RI Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Melek Teknologi di 2030

Berita 08/10/2019
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek gedung di Jakarta, Jumat (20/7). Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan, Indonesia kekurangan tenaga kerja konstruksi bersertifi

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia membutuhkan 17 juta tenaga kerja yang melek teknologi pada tahun 2030. Itu sejalan dengan perkembangan revolusi industri 4.0 yang kian merata.

"Kita Indonesia membutuhkan 17 juta tenaga kerja yang literate digital. Dengan ini kita bisa banyak menghasilkan billion dollar," tuturnya di Aula Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (24/9/2018).

Selain itu, Airlangga menambahkan, Indonesia pada 2030 akan menikmati bonus demografi. Momentum ini yang kemudian mengantarkan RI dapat masuk kedalam 10 kekuatan ekonomi di dunia.

"Ini tugas adik-adik mahasiswa untuk jadi pemeran ekonomi di 2030, karena Indonesia bakal menjadi top ten ekonomi dunia di tahun ini," ujarnya.

Menurut Airlangga, pada tahun ini, generasi muda akan mendominasi dalam memanfaatkan bonus demografi secara optimal. Meski begitu, lanjut dia, Indonesia masih perlu meningkatkan ekspor sebesar 10 persen untuk masuk 10 besar kekuatan ekonomi dunia tersebut.

"Kedepan, generasi mahasiswa ini akan mendominasi bonus demografi tersebut. Studi mckinsey menyebutkan, RI bisa masuk top ten world economy dengan syarat ekspor naik 10 persen, produktivitas meningkat," tandasnya.

"(Sumber : www.liputan6.com)