BKPM: Perekonomian Bertransformasi Mendukung “Indonesia 4.0”

Berita 16/10/2018

Bloomberg Media berkolaborasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Standard Chartered Bank mengadakan kegiatan “Bloomberg Modern Market” di Conrad Hotel, Nusa Dua, Bali,

Kepala BKPM Thomas Lembong pada acara tersebut di Nusa Dua, Kamis, mengatakan perekonomian Indonesia sedang bertransformasi untuk mendukung gerakan “Indonesia 4.0” yang diinisiasi oleh Pemerintah Indonesia menawarkan banyak peluang bagi investor global.

“Kami senang dapat bermitra dengan Bloomberg dan Standard Chartered Bank untuk membahas prospek masa depan negara ini dan ketahanannya terhadap tantangan ekonomi,” ujarnya, sembari menyebut kegiatan pertemuan IMF-World Bank akan berdampak positif ke depannya bagi masyarakat.

Ia mengatakan sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN dan jumlah populasi keempat terbesar di dunia, lndonesia mewakili semua tantangan dan peluang yang ada di Asia Tenggara serta negara dan pasar berkembang lainnya.

“Populasi kami masih muda dan sangat ramah gadget, tercermin dengan semakin populernya ekonomi digital serta tren industri pariwisata dan gaya hidup,” ucapnya.

Thomas Lembong mengatakan bahwa sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam merangkul pasar dan ekonomi modern, pemerintah mulai menggeser fokus dari sektor-sektor tradisional ke ekonomi digital.

“Sebelumnya, pertambangan dan komoditas merupakan penggerak perekonomian Indonesia. Sekarang, Indonesia menjadi semakin maju dengan perekonomian digital, industri pariwisata, dan industri gaya hidup. Sektor-sektor ini dinilai akan menjadi penggerak perekonomian yang jauh lebih berkelanjutan, lebih ramah lingkungan, stabil, dan inklusif. Pada saat ini, investasi juga menjadi penggerak perekonomian Indonesia,” ucapnya.

Ia juga berpendapat, agenda ini dalam rangka membahas beragam upaya dalam menyelaraskan kebijakan, bidang usaha, dan inovasi teknologi untuk menciptakan iklim investasi terbaik sehingga menarik perhatian para investor Negara-negara berkembang memiliki potensi yang sangat besar untuk investasi, tetapi sering dilanda berbagai macam permasalahan.

“Sudah banyak investor yang menyuntikkan dana besar dalam beberapa tahun terakhir ini, namun ketidakpastian yang terjadi belakangan ini bisa membuat para investor ragu untuk berinvestasi,” katanya.

Sementara itu, Rino Donosepoetro, CEO of Standard Chartered Bank Indonesia mengatakan pihaknya merasa terhormat dapat terlibat dalam acara bergengsi ini dan bermitra dengan BKPM dan Bloomberg.

Ia mengatakan sebagai bank tertua di Indonesia, pihaknya terus berperan aktif untuk mendukung upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi negara dan kesejahteraan rakyat.

“Kami telah bermitra dengan BKPM sejak tahun lalu sebagai bagian dari strategi mempromosikan investasi asing langsung ke dalam negeri,” kata Rino.

———

Sumber: antaranews.com