Perluas Jaringan Hotel, Sulut Genjot Penanaman Modal Asing

Berita 14/11/2018

MANADO— Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berencana menggenjot Penanaman Modal Asing (PMA) untuk membangun perhotelan baru guna menunjang pertumbuhan laju wisatawan setiap tahunnya.

Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) pada tahun ini guna mengakomodir sejumlah investor yang berencana membangun perhotelan baru di Sulawesi Utara.

Dia menyebut, RTRW Sulut disusun tanpa memprediksi pesatnya perkembangan sektor pariwisata di provinsi tersebut. Sementara, perkembangan jumlah wisatawan tidak diimbangi dengan pertumbuhan jumlah kamar hotel.

“Kita butuh banyak PMA [Penanaman Modal Asing] karena semua langsung genjot bangun hotel,” ujarnya Selasa (13/11/2018).

Dia menyebut, salah satu investor yang akan membangun hotel baru di Sulut adalah Conch Property Holdings, salah satu pengembang asal China. Menurutnya, perusahaan tersebut telah membeli lahan seluas 10 hektare di Manado Utara untuk dibangun hotel.

Sebelumnya, investor China tersebut juga telah membangun pabrik semen di Kabupaten Bolaang Mongondow melalui PT Conch North Sulawesi Cement yang akan segera beroperasi pada Desember mendatang.

“Jadi, kawasan pariwisata yang utama kita bikin di Likupang. Itu ada investasi PMA Rp20 triliun. Pemda lagi bikin jalan dari bandara 32 kilometer kita buka sampai Likupang,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur Olly menambahkan, Alila Group juga berencana membangun 400 kamar di Sulawesi Utara. Sejauh ini, pengembang tersebut telah membeli lahan dan tengah menyelesaikan proses desain. Rencananya, prosese peletakan batu pertama proyek tersebut akan dilakukan pada bulan depan, dan dibangun selama setahun hingga dapat beroperasi pada 2020.

Menurutnya, momentum pengoperasian hotel tersebut akan dimanfaatkan seiring dengan selesainya proyek perluasan Bandara Internasional Sam Ratulangi pada 2020, yang diproyeksi akan menambah kapasitas penumpang hingga lima juta orang.

Sumber : bisnis.com